Mengenai Saya

Foto saya
metro, bandar lampung, Indonesia
calon haji 2018 calon punya istri cantik & soleh calon guru profesional dan teladan 2012 tersenyum,memberi dan menatap dengan hati
Diposting oleh kamar009 / Category:

Dalam manajemen sumber daya manusia, menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Ada satu hal penting yang menjadi aspek bagi sebuah profesi, yaitu sikap profesional dan kualitas kerja. Profesional (dari bahasa Inggris) berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang digeluti.

Menjadi profesional, berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi tidak semua Ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, menjadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang dipadupadankan dengan skil atau keahliannya.

Menjadi profesional adalah tuntutan setiap profesi, seperti dokter, insinyur, pilot, ataupun profesi yang telah familiar ditengah masyarakat. Akan tetapi guru...? Sudahkan menjadi profesi dengan kriteria diatas. Guru jelas sebuah profesi. Akan tetapi sudahkah ada sebuah profesi yang profesional...? Minimal menjadi guru harus memiliki keahlian tertentu dan distandarkan secara kode keprofesian. Apabila keahlian tersebut tidak dimiliki, maka tidak dapat disebut guru. Artinya tidak sembarangan orang bisa menjadi guru.

Namun pada kenyataanya, banyak ditemui menjadi guru seperti pilihan profesi terakhir. Kurang bonafide, kalau sudah mentok tidak ada pekerjaan lain atau sebuah status sosial yang lekat dengan kemarginalan, gaji kecil, tidak sejahtera malah dibawah garis kemisikinan. Bahkan guru ada yang dipilih asal comot yang penting ada yang mengajar. Padahal guru adalah operator sebuah kurikulum pendidikan.Ujung tombak pejuang pengentas kebodohan. Bahkan guru adalah mata rantai dan pilar peradaban dan benang merah bagi proses perubahan dan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa.

Mengingat guru adalah profesi yang sangat idealis, pertanyaannya adakah guru profesional itu...? Dan bagaimana melahirkan sosok guru yang profesional tersebut...?

Guru Profesional
Kalau mengacu pada konsep di atas, menjadi profesional adalah meramu kualitas dengan intergiritas, menjadi guru pforesional adalah keniscayaan. Namun demikian, profesi guru juga sangat lekat dengan peran yang psikologis, humannis bahkan identik dengan citra kemanusiaan. Karena ibarat sebuah laboratorium, seorang guru seperti ilmuwan yang sedang bereksperimen terhadap nasib anak manusia dan juga suatu bangsa.Ada beberapa kriteria untuk menjadi guru profesional.
Memiliki skill/keahlian dalam mendidik atau mengajar
Menjadi guru mungkin semua orang bisa. Tetapi menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidikan atau mengajar perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai. Dalam kontek diatas, untuk menjadi guru seperti yang dimaksud standar minimal yang harus dimiliki adalah:
  • Memiliki kemampuan intelektual yang memadai
  • Kemampuan memahami visi dan misi pendidikan
  • Keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodelogi pembelajaran
  • Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan
  • Kemampuan mengorganisir dan problem solving
  • Kreatif dan memiliki seni dalam mendidik
Personaliti Guru
Profesi guru sangat identik dengan peran mendidik seperti membimbing, membina, mengasuh ataupun mengajar. Ibarat sebuah contoh lukisan yang akan ditiru oleh anak didiknya. Baik buruk hasil lukisan tersebut tergantung dari contonya. Guru (digugu dan ditiru)  otomatis menjadi teladan. Melihat peran tersebut, sudah menjadi kemutlakan bahwa guru harus memiliki integritas dan personaliti yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar, karena tugas guru bukan hanya mengajar (transfer knowledge)  tetapi juga menanamkan nilai - nilai dasar dari bangun karakter atau akhlak anak.

Memposisikan profesi guru sebagai  The High Class Profesi
Di negeri ini sudah menjadi realitas umum  guru bukan menjadi profesi yang berkelas baik secara sosial maupun ekonomi. Hal yang biasa, apabila menjadi Teller di sebuah Bank, lebih terlihat high class dibandingkan guru. jika ingin menposisikan profesi guru setara dengan profesi lainnya,  mulai di blow up bahwa profesi guru strata atau derajat yang tinggi dan dihormati dalam masyarakat. Karena mengingat begitu fundamental peran guru bagi proses perubahan dan perbaikan di masyarakat.

Mungkin kita perlu berguru dari sebuah negara yang pernah porak poranda akibat perang. Namun kini telah menjelma menjadi negara maju yang memiliki tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi yang sangat tinggi. Jepang merupakan contoh bijak untuk kita tiru. Setelah Jepang kalah dalam perang dunia kedua,  dengan dibom atom dua kota besarnya, Hirohima dan Nagasaki, Jepang menghadapi masa krisis dan kritis kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat parah. Namun ditengah kehancuran akibat perang, ditengah ribuan orang tewas dan porandanya infrastruktur negaranya, Jepang berpikir cerdas untuk memulai dan keluar dari kehancuran perang. Jepang hanya butuh satu keyakinan, untuk bangkit. Berapa guru yang masih hidup...?

Hasilnya setelah berpuluh tahun berikut, semua orang terkesima dengan kemajuan yang dicapai Jepang. Dan tidak bisa dipungkiri, semua perubahan dan kemajuan yang dicapai, ada dibalik sosok Guru yang begitu dihormati dinegeri tersebut.

Kini, lihatlah Indonesia, negara yang sangat kurang respek dengan posisi guru. Negara yang kurang peduli dengan nasib guru. Kini lihatlah hasilnya. Apabila mengacu pada Human Index Development (HDI), Indonesia menjadi negara dengan kualias SDM yang memprihatinkan. Berdasarkan HDI tahun 2007,  Indonesia berada diperingkat 107 dunia dari 177 negara. Bila dibandingkan dengan negara sekitar, tingkat HDI Indonesia jauh tertinggal.Contoh Malaysia berada diperingkat 63,  Thailand 78, dan Singapura 25. Indonesia hanya lebih baik dari Papua Nugini dan Timor Leste yang berada diposisi 145 dan 150.

HDI merupakan potret tahunan untuk melihat perkembangan manusia di suatu negara. HDI adalah kumpulan penilaian dari 3 kategori, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Menjadi jelaslah bahwa, sudah saatnya Indonesia menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan. Apabilah hal ini tidak dibenahi, bukan hal mustahil daya saing dan kualitas manusia Indonesia akan lebih rendah dari negara yang baru saja merdeka seperti Vietnam atau Timor Leste.

Program Profesionalisme Guru
  • Pola rekruitmen yang berstandar dan selektif
  • Pelatihan yang terpadu, berjenjang dan berkesinambungan (long life eduction)
  • Penyetaraan pendidikan dan membuat standarisasi mimimum pendidikan
  • Pengembangan diri dan motivasi riset
  • Pengayaan kreatifitas untuk menjadi guru karya (Guru yang bisa menjadi guru)
Peran Manajeman Sekolah
  • Fasilitator program Pelatihan dan Pengembangan profesi
  • Menciptakan jenjang karir yang fair dan terbuka
  • Membangun manajemen dan sistem ketenagaan yang baku
  • Membangun sistem kesejahteraan guru berbasis prestasi

Diposting oleh kamar009 / Category:

belajar yang menyengkan
1. Suasana yang menyenangkang.
Ini syarat mutlak yang diperlukan supaya kamu senang belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.
2. Membuat diri senang belajar.
Ini jauh lebih penting daripada menuntut diri sendiri mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Jika kamu bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, kamu akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.
3. Kenali tipe dominan kamu.
Apakah cara belajar kamu termasuk tipe auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), visual (melihat) ataukah kinestetik (fisik). Jika kamu secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar kamu, nantinya kamu tidak akan mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga tidak berkembang dengan maksimal.
4. Belajar dengan jeda.
Beri dirimu waktu istirahat setiap 20 menit yang akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung satu jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.
5. Jaga antusiasme.
Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan perkembangan. Kami pasti akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya akan menjadi stres dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.
Gimana? Jangan bosan-bosan belajar ya. Keep trying.(int/nhk)
Ada cara lain agar belajar jadi lebih menyenangkan?, kasih tahu Xpresi dong..

jangan minum air waktu makan ,

Diposting oleh kamar009 / Category:

jangan menyelam waktu makan

,,jangan minum air saat makan ??
Pepatah mengatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Terlepas dari kebenaran relasi antara tubuh yang sehat dengan jiwa yang sehat, namun yang pasti tubuh yang sehat sangat ditentukan oleh organ pencernaan yang dinamakan lambung. Kalau lambung kita sehat maka tubuh kita juga akan sehat. Sehingga muncul pameo bahwa sumber penyakit ditentukan oleh kondisi lambung kita.

Sebagai mesin pengolah makanan yang masuk ke dalam perut, lambung memang memainkan peran yang sangat vital. Dengan lambung yang baik dan sehat, maka proses pengolahan makanan juga dapat berlangsung baik. Sehingga kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang kita makan, dapat diserap oleh tubuh secara efektif.
Lambung akan dapat mengolah makanan dengan baik, kalau proses pengunyahan makanan di dalam mulut juga dilakukan dengan baik pula, baik menyangkut frekuensi pengunyahan maupun dukungan unsure tambahan saat mengunyah. Saat mengunyah, makanan diolah dengan bantuan air liur dalam mulut.
Seorang ahli gizi mengatakan bahwa saat kita mengunyah makanan, sebaiknya tidak disertai dengan minum air. Alasannya, proses penghancuran makanan di dalam mulut, tidak hanya dilakukan oleh gigi kita melainkan juga dibantu peran air liur sebagai pengurai bahan makanan.
Air liur akan membantu proses itu dengan mengeluarkan enzim untuk mengikat kandungan gizi dalam makanan. Adanya tambahan air yang diminum saat mengunyah makanan justru dapat memisahkan enzim air liur dengan kandungan gizi dari makanan. Hal ini dapat mengurangi efektifitas penyerapan zat gizi oleh tubuh setelah proses pengolahan dalam lambung.
Bahkan sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa sebaiknya kita tidak langsung minum air selama atau sesudah makan. Hal ini terutama untuk membantu proses pencernaan yang terjadi dari sejak makanan masuk ke dalam mulut hingga proses dilakukan oleh lambung. Minum air diperkenankan ketika kondisi terpaksa, seperti makanan yang terlalu padat sehingga agak sulit ditelan. Kalaupun minum sesudah makan, lakukanlah dengan sedikit air saja. (*)

Diposting oleh kamar009 / Category:

Membangun Ekonomi Berbasis UMKM
Oleh Asri Al Jufri
Suara Karya: Rabu, (23-03-'05)

Pencanangan Tahun Keuangan Mikro Indonesia (TKMI) 2005, oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal 26 Februari 2005, merupakan salah satu bentuk pengakuan pemerintah terhadap pentingnya peranan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Microfinance, sebagai unsur penting dalam membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut juga tampak jelas dari tema TKMI 2005: "Bersama UMKM, Kita Bangun Ekonomi Indonesia".
Menurut hasil penelitian Investment Business Advisory Service (IBAS), dari 42 juta UMKM, hanya sekitar 13 persen yang telah akses ke perbankan, sedangkan 87 persen masih mengandalkan modal sendiri. Dari 13 persen itu, umumnya tergolong usaha menengah dengan kondisi usaha yang relatif lebih baik, baik segi manajemen, prospek usaha, maupun kualitas SDM (sumber daya manusia) dan teknologinya. Selain itu, tingkat kebutuhan pembiayaannya juga relatif lebih besar, sehingga cukup ekonomis untuk mendapatkan pembiayaan dari bank. Bagaimana dengan usaha mikro dan kecil, apakah harus dibiarkan tanpa sentuhan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya?

Diposting oleh kamar009 / Category:

membngun ekonoimi indonesia
NERACA
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai stress test yang dilakukan IMF terhadap perbankan Indonesia tidak realistis dengan kondisi ekonomi Indonesia ke depan. Sementara dari sisi pemerintah menyepakati jika praktek korupsi menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi A Johansyah di Jakarta, Senin menegaskan, pihaknya beranggapan skenario anjloknya ekonomi yang diusulkan tim IMF tidak realistis dengan kondisi ekonomi Indonesia ke depan.  Menurut Difi, Bank Indonesia sebenarnya sudah keberatan dengan skenario sangat ekstrim negatif yang dipilih IMF untuk skenario dan metode stress test itu.
Di samping itu, katanya Pemerintah dan BI tentunya tidak akan tinggal diam kalau ekonomi sudah menunjukkan angka yang gawat, karena pasti akan mengambil langkah langkah penyelamatan untuk mencegah hancurnya perekonomian. “Artinya Pemerintah dan BI pasti bertindak pre emptif utk mencegah skenario krisis tersebut terjadi. BI juga berkeberatan kalau nantinya hasil stress test ini disalah artikan di kemudian hari,” katanya.
Sebelumnya stress test IMF yang diumumkan pekan lalu  menyebutkan bahwa rasio non performing loan (NPL) perbankan akan tumbuh dari 3,5 % saat ini menjadi 31,5 % pada semester pertama 2011. Menurut Difi, hasil stres tes yang dilansir IMF bukanlah suatu prediksi atau ramalan tapi adalah gambaran yang terjadi kalau ekonomi sudah sangat gawat.
“Hasil NPL yang terjadi akan sangat berbeda kalau baseline skenarionya juga berbeda. Kalau skenarionya lebih positif maka NPL yang dihitung juga akan semakin baik. Dan BI sendiri dalam melakukan stress test menggunakan skenario yang lebih sesuai dengan kondisi perekonomian,” katanya.
Dikatakannya, hasil stress test ini juga dapat dibaca dari sisi lain, yakni ketahanan perbankan nasional sudah sangat baik karena manajemen risiko yang telah diterapkan. Sehingga dalam kondisi ekonomi yang benar benar gawat saja.
“Seperti dalam skenario stress test oleh IMF (GDP negatif, kurs rupiah anjlok), perbankan menghadapi krisis (NPL yang melonjak) yang mana kalau terjadi tidak hanya perbankan tapi sektor keuangan keseluruhan yang akan kolaps. Dan hal ini secara realistis tidak sesuai dengan baseline outlook ekonomi Indonesia ke depan,” katanya.
Untuk diketahui, test stres untuk Indonesia adalah ujian pertama yang dilakukan oleh IMF untuk Indonesia dalam rangka untuk menguji ketahanan sistem perbankan negara itu jika ada krisis.
Stress test diuji terhadap 121 bank dengan menggunakan analisa top-down dan khususnya untuk 12 bank terbesar dengan menggunakan analisis bottom-up.
Analisis bottom-up digunakan pada masing-masing bank untuk menentukan sejauh untuk mengukur dampak dari guncangan makro yang mempengaruhi pertumbuhan kredit, dan tingkat potensi kerugian. Analisis top-down menggunakan sejumlah asumsi dasar dengan kecepatan kontraksi ekonomi pada -5 persen.
Temuan dari stress test menunjukkan risiko kredit adalah gangguan utama sektor perbankan dalam negeri. Berdasarkan analisis top-down, NPL perbankan Indonesia akan naik ke tingkat 31,5 persen pada kuartal pada semester pertama 2011 dari tingkat saat ini sebesar 3,5 persen. Dalam stress test juga disebutkan bank kecil, dengan modal besar dan cadangan likuiditas, akan lebih tahan dari stress test skenario di atas dibanding bank menengah dan bank besar.
Semaikn Pruden
Senada dengan Difi, kajian IMF soal NPL perbankan menurut pengamat ekonomi Aviliani sangat tidak mendasar dan tidak realistis dengan kondisi perbankan Indonesia yang dinilai semakin pruden. “Kajian mereka selalu pesimistis terhadap Indonesia dan karena itu tidak perlu disikapi serius,” kata Aviliani kepada Neraca, Minggu (19/9).
Menurutnya, apa yang disampaikan IMF sangat tidak mendasar dan bukan mencerminkan perbankan Indonesia. Pasalnya, sejak tahun 2003 kondisi perbankan Indonesia sangat baik dan pruden. Terlebih, perbankan Indonesia sangat berhati-hati dalam mengucurkan kredit ke berbagai sektor dan termasuk sektor korporasi yang tergolong kredit macet sangat besar ketimbang sektor UMKM.
Asal tahu saja, sejak krisis ekonomi 1998, kucuran kredit perbankan terhadap sektor UMKM atau sektor riil sangat besar. Dimana sektor UMKM telah menjadi bumper perekonomian yang bertahan dari krisis dan juga pengembalian kreditnya dilakukan dengan benar dan baik ketimbang kredit sektor perusahaan atau konsumsi yang besar kredit macetnya.
Aviliani juga menegaskan, tiga tahun ke depan perekonomian Indonesia diprediksikan masih tetap positif dan bukan negatif sebagaimana analisa IMF akan negatif 5%. Berkaca dari krisis 1998, perekonomian Indonesia tetap positif dibandingkan dengan negara-negara maju dan itu bisa menjadi kepercayaan bagi pemerintah ke depan.
Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyatakan bahwa tidak semua laporan IMF mesti didengarkan dan diimplementasikan. “Khusus laporan IMF mengenai korupsi dan pertumbuhan ekonomi sudah pasti semua pihak setuju, tetapi kalau saran agar BI menaikkan BI rate, saya tidak setuju karena banyak pertimbangannya dan setelah dianalisis itu berpotensi bubble,” katanya.
Ancaman Korupsi
Secara terpisah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tidak menolak pendapat IMF bahwa korupsi akan mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia jika tidak ada upaya nyata memberantasnya. “Makanya kita terus berjuang berbenah, makanya Presiden waktu pertama dilantik 2004 kemudian mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2004,” kata Hatta di Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan, upaya menegakkan hukum untuk menciptakan kepastian hukum merupakan salah satu yang mendapat perhatian serius pemerintah untuk dibenahi. Menurut dia, kepastian hukum merupakan satu dari beberapa hal yang memiliki bobot penting terhadap daya saing Indonesia.

analisi kemacetan kota bandar lampung

Diposting oleh kamar009 / Category:



BANDAR LAMPUNG MACET
Kemacetan lalu-lintas kini telah menjadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar di Indonesia dan telah menjadi sebuah persoalan pembangunan yang kompleks dan relatif sulit diselesaikan baik di tingkat lokal daerah maupun secara nasional. Seiring dengan berjalannya waktu, pada saat ini persoalan kemacetan lalu-lintas pun mulai menggejala di kota-kota yang berskala lebih kecil di Indonesia. Salah satu kota di Indonesia yang mulai mengalami gejala tersebut adalah Kota Bandarlampung yang merupakan ibukota Propinsi Lampung. Gejala tersebut dari tahun ke tahun semakin terlihat yang ditandai dengan angka derajat kejenuhan jalan (sebagai indikator tingkat kemacetan) yang menunjukkan trend terus meningkat. Trend tersebut mengindikasikan bahwa Kota Bandarlampung sangat berpotensi mengalami kemacetan lalu-lintas pada beberapa tahun ke depan apabila tidak ada upaya-upaya berupa kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi dan mengendalikannya. Pemerintah Kota Bandarlampung baru-baru ini melontarkan rencana pembangunan jalan layang (fly over) yang bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan lalu-lintas di Kota Bandarlampung pada beberapa tahun ke depan.
Dengan latar belakang persoalan tersebut di atas, tesis ini berupaya untuk menganalisis dan membahas perilaku lalu-lintas di Kota Bandarlampung dengan menggunakan pendekatan metodologi system dynamics. Tesis ini mencoba untuk mengurai persoalan kemacetan lalu-lintas dari sudut pandang kesisteman. Transportasi adalah sebuah sistem yang di dalamnya ada beberapa sistem-sistem yang lebih kecil yang mempunyai hubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi antara satu sistem dengan sistem lainnya. Paling tidak ada 3 sistem yang melingkupi sistem transportasi yaitu: sistem aktivitas (antara lain: populasi dan kegiatan ekonomi), sistem sarana dan prasarana (antara lain: jalan dan kendaraan), dan sistem pergerakan (antara lain: volume lalu-lintas dan waktu tempuh perjalanan).
Tesis ini memfokuskan persoalan pada perilaku derajat kejenuhan jalan di Kota Bandarlampung yang menunjukkan trend terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga pemodelan dengan menggunakan pendekatan system dynamics ini dibuat dalam rangka memprediksi perilaku derajat kejenuhan jalan ke depan serta membuat dan menguji beberapa skenario intervensi kebijakan, baik yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung maupun yang belum, yang bertujuan untuk menekan dan mengendalikan laju pertumbuhan derajat kejenuhan jalan di Kota Bandarlampung sampai pada satu level yang aman dari terjadinya kemacetan lalu-lintas.
Dari hasil simulasi model berdasarkan skenario-skenario di atas dan membandingkan perilaku variabel yang diuji dengan pola referensinya (skenario dasar/tanpa adanya kebijakan apapun) maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pertambahan derajat kejenuhan jalan di Kota Bandarlampung menunjukkan trend terus meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan hasil penelitian ini dapat terjadi disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: (a) laju pertumbuhan kendaraan di Kota Bandarlampung yang cukup tinggi dalam 6 tahun terakhir ini, terutama sepeda motor dan angkot, yang tidak diimbangi adanya penambahan kapasitas jalan yang ada dalam 6 tahun terakhir; (b) adanya faktor hambatan samping jalan (faktor pengurangan kapasitas jalan yang diakibatkan oleh kegiatan sisi jalan seperti pejalan kaki, penghentian angkot dan kendaraan lainnya, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan dan kendaraan lambat) yang cukup tinggi akibat kurangnya kedisiplinan pengguna jalan dan kurangnya kualitas aparat di bidang transportasi dalam pengelolaan transportasi dan penegakan aturan yang ada. Hambatan samping ini semakin besar seiring dengan semakin bertambahnya jumlah angkot (angkutan kota) di Kota Bandarlampung. (2) Fenomena kemacetan lalu-lintas seperti yang dialami kota-kota besar di Indonesia saat ini, berdasarkan hasil simulasi model dalam tesis ini diprediksi akan terjadi dan dialami oleh Kota Bandarlampung pada beberapa tahun ke depan, yang ditandai dengan perilaku/trend terus tumbuhnya angka derajat kejenuhan jalan-jalan di Kota Bandarlampung, apabila tidak ada penerapan kebijakan-kebijakan yang dapat mengantisipasi dan mengatasi munculnya persoalan tersebut sejak dini. (3) Penerapan kebijakan-kebijakan alternatif berupa kebijakan untuk membangun dan mengembangkan sistem angkutan umum massal yang dilanjutkan dengan kebijakan pembatasan umur kendaraan dan pembuatan lajur khusus sepeda motor, yang bertujuan untuk mengendalikan dan mengerem laju pertambahan kendaraan (terutama kendaraan pribadi) di Kota Bandarlampung, berdasarkan analisis hasil simulasi model adalah kebijakan alternatif yang dapat mengendalikan dan mengatasi persoalan kemacetan dalam jangka panjang. Hal tersebut ditunjukkan dengan perilaku derajat kejenuhan jalan berdasarkan hasil simulasi dapat dipertahankan pada level yang aman dari kemacetan.

solusi kemacetan

Diposting oleh kamar009 / Category:

"aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,macet" apakah anda termasuk orang yang sering melafal kan nya ?
Setiap hari Jakarta mendapatkan tambahan kendaraan baru yang jumlahnya tidak seimbang dibanding dengan pertambahan jalan. Akibatnya, pada tahun 2014 diprediksikan kemacetan sudah dimulai sejak kita mengeluarkan kendaraan dari garasi rumah. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya?
Banyak sudah solusi yang ditawarkan untuk memecahkan kebuntuan ini. Berikut ini akan dibahas beberapa alternatif yang mungkin dilakukan oleh Pemda DKI
Pertama, membangun sistem transportasi masal. Saat ini sudah dibangun busway, tapi kapasitasnya jauh dari memadai. Setiap jam sibuk, penumpang harus berdesak-desakan di halte dan di bus. Bagaimana mungkin pengendara mobil pribadi tertarik untuk beralih ke busway.
Kapasitas kereta api Jabotabek juga harus dibereskan. Menyedihkan sekali melihat saudara-saudara kita yang berdesakan di kereta api ekonomi. Sebagai orang yang pernah memanfaatkan jasa kereta ini, saya tahu betul bagaimana rasanya di dalam gerbong. Panas, bau, kejepit, sebel, semua berkumpul menjadi satu.
Kedua, merekayasa jam kerja. Jam kerja PNS dan anak sekolah dimajukan ke pukul 06.30. Sementara, pegawai swasta dimundurkan ke pukul 09.00. Usul ini kelihatannya masuk akal juga, tetapi bagaimana dengan pegawai swasta yang harus mengantarkan anak mereka ke sekolah.
Kemana mereka setelah dari sekolah? Mestinya sih mereka akan berada di jalan menuju kantor. Berarti kemacetan tidak berkurang. Begitupun perlu dihitung kembali berapa persen pegawai swasta yang mengantarkan anak ke sekolah (tanpa sopir). Signifikan atau tidak.
Ketiga, menerapkan nomor ganjil dan genap untuk kendaraan. Usul ini kelihatannya boleh juga. Tetapi pada prakteknya nanti, banyak warga yang membeli mobil kedua agar bisa digilir. Saat hari genap, dikeluarkanlah mobil yang berplat genap. Saat hari ganjil, dikeluarkanlah mobil yang berplat ganjil.
Keempat, memindahkan ibu kota negara. Usul ini untuk jangka panjang sangat bagus. Tetapi dalam jangka pendek belum bisa diimplementasikan karena ibu kota yang baru harus dipersiapkan terlebih dulu. Bisa bertahun-tahun untuk mempersiapkan ibu kota baru. Keburu orang Jakarta tua di jalan.
Kelima, perusahaan menerapkan flextime. Dengan adanya internet, urusan kantor yang bersifat administrasi sebenarnya bisa dilakukan dari rumah atau warnet. Untuk pekerjaan lapangan seperti wiraniaga barangkali pelanggan yang dikunjungi bisa dipilih yang terdekat dari rumah terlebih dulu. Baru kemudian dilakukan rapat koordinasi di kantor setiap pukul 13.00.
Alangkah indahnya jika karyawan bisa datang ke kantor sekitar pukul 10.00. Pulangnya tinggal menambahkan 7-8 jam, sesuai dengan jam kerja. Sementara, karyawan lain datang pukul 11.00 sehingga beban jalan berkurang.
Atau kalau mau lebih ekstrem lagi, karyawan dapat mengerjakan semua pekerjaannya di rumah sepenuhnya. Koordinasi di kantor cukup dilakukan via telepon, internet, fax atau 3G. Jika diperlukan koordinasi face to face, barulah karyawan dipanggil ke kantor.
Pekerjaan yang berhubungan dengan public service seperti bank, rumah sakit, terminal, super market sebenarnya saat ini telah memiliki jam kerja yang berbeda dengan jam kerja yang umum. Pramugari misalnya, berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 pagi di saat orang lain masih terlelap.
Untuk menerapkan flextime saat ini memang tidak mudah. Kebanyakan perusahaan belum punya trust terhadap karyawannya. Sebagian bos masih menganggap pertemuan tatap muka sebagai metode terbaik untuk mengontrol kerja bawahannya. Sayang sekali memang, teknologi tidak dimanfaatkan secara optimal.
Pelan-pelan, budaya kerja yang mengharuskan karyawan berada di kantor sudah selayaknya ditinggalkan, terutama pada perusahaan non jasa yang tidak memerlukan kontak fisik. Jika bisa dikerjakan di rumah mengapa harus di kantor? Merubah pola kerja ini mungkin sama sulitnya dengan mengubah perilaku berlalu-lintas kita. Entah sampai kapan… (Hery Azwan, Jakarta, 24/1/2008)
http://heryazwan.wordpress.com